Category Archives: Tafakkur

Kapas yang diterbangkan angin

Bila engkau berdiri dihadapkan kepada dunia, maka berdirilah seperti gunung yang kokoh, namun jika engkau berdiri dihadapan Tuhan, berdirilah bagai kapas yang diterbangkan angin.

textgram_1520907252

—————————————–

Wejangan mursyiduna,

Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah al-Quthub ar-Rabbani

Sempurnakan Penyembahanmu kepada Allah

Duhai murid-muridku dimana saja engkau berada.

Allah SWT tidak akan pernah menciptakanmu melainkan kalau bukan untuk menyembahNya. Karena sebuah penyembahan adalah alasan engkau diciptakan maka jadikan segala sesuatu didalam dirimu sebagai alat untuk menyempurnakan penyembahanmu kepada Allah SWT, sehingga dengannya engkau benar-benar merasa sebagai penyembah Allah Ta’ala bukan yang lain!

textgram_1521602979

Duhai murid muridku dimana saja engkau berada.

Hamba yang bertawakal kepada Allah SWT merupakan hamba yang memiliki kesadaran dalam niat dan usahanya selalu merasakan “campur tangan” Allah Ta’ala dalam perbuatannya serta bersangka baik kepadaNya, hingga yakin apapun hasilnya merupakan pilihan yang terbaik Allah SWT untuk hidupnya.

Duhai murid muridku dimana saja engkau berada.

Sesungguhnya seorang hamba akan selalu merugi dan lemah ketika ia masih merasa dirinya yang memiliki kekuatan dalam usahanya, dan sebaliknya seorang hamba yang beruntung dan kuat adalah apabila hatinya telah merasa tidak sedikitpun daya dan upaya dalam usahanya melainkan datang dari sisi Allah SWT. Karena sebaik-baik hamba adalah hamba yang bergantung penuh pada kekuatan dan kedekatan Tuhannya.


Mursyiduna,

Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah al-Quthub ar-Rabbani, qs

Doa bertopang rasa

textgram_1521546301

Duhai murid muridku dimana saja engkau berada, jadikanlah do’a-do’a mu senjata yang paling utama dan utama dalam setiap usahamu, karena setiap hamba yang berdo’a merupakan bukti jika ia masih berdiri di wilayah “budak” Tuhannya, dan orang-orang yang memilki kesadaran “budak budak” Tuhan akan selalu hidup dalam perasaan diawasi oleh Tuhannya.

Duhai murid muridku dimana saja engkau berada, berdo’alah dengan kata-kata dan kalimat yang membuat hatimu sendiri tersentuh. Bagaimana mungkin do’amu akan dikabulkan Allah Ta’ala sedangkan isi do’amu tidak sesuai dengan rasa kebutuhan hatimu sendiri, maka jadikanlah saat-saat engkau berdo’a sebagai waktu engkau jujur dengan segala kelemahan dan kekuranganmu di hadapan Allah Azza wa Jalla.

Duhai murid muridku dimana saja engkau berada, apabila seseorang hamba masih diberikan kesempatan berdo’a dengan hati yang berharap penuh dan menjadikan apapun yang ia rasa pada hatinya menjadi isi do’a-do’anya kepada Allah Ta’ala, maka itu suatu pertanda jika Allah SWT sedang merinduinya untuk bercakap-cakap dan akan memenuhi segala kebutuhannya. Sekalipun Allah Ta’ala tidak membalas do’anya dengan kata dan huruf, DIA akan menjawab do’a-do’a hambaNya dengan perbuatan perbuatanNya yang hanya bisa disaksikan oleh hamba yang jujur dalam do’anya.


Mursyiduna,

Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah al-Quthub ar-Rabbani