Khittah Dakwah MRI

Hakikat Dakwah

Dakwah merupakan ibadah dan realisasi dari perintah Allah SWT dan sebagai tugas estafet dari Rasulullah Saw. Tugas para dai hanyalah menyampaikan pesan Allah dan rasul-Nya dengan segenap kemampuannya, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sebab, Allah jualah Yang Mahakuasa memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Tujuan

Tujuan kegiatan dakwah MRI tentu saja mengacu pada tujuan dakwah Rasulullah Saw. Allah Swt mengutus Nabi Muhammad Saw ke muka bumi tak lain untuk menciptakan kedamaian bagi seluruh umat manusia. Allah SWT berfirman,

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al Anbiya, 21: 107).

Kedamaian itu tentu saja hanya dapat terwujud jikalau manusia memosisikan dirinya sebagai hamba yang menjadikan hidupnya sebagai pengabdian karena cinta kepada Allah.

Prinsip

  1. Tauhid
  2. Amaliah dan Keteladanan
  3. Akhlak Mulia

Metode

Metode dakwah yang digunakan mengacu pada firman Allah SWT,

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. An Nahl,16: 125).

Berdasarkan ayat di atas, maka dakwah dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan hikmah kebijaksanaan, nasihat yang baik, dan dialog yang santun.