Kemursyidan TQH

Tarekat Qadiriyah Hanafiah didirikan oleh Tuanku Syekh Muhammad Ali Hanafiah Qutub Rabbani sejak tahun 1995 ketika pertama kali menerima Kalam Sirri. Sebelumnya, pada saat masih duduk di bangku sekolah Sekolah Menengah Pertama sekitar tahun 1993, ia sering didatangi secara ruhaniah oleh Sultan Auliya, Syekh Abdul Qadir Jailani. Sejak itu, ia selalu mendapatkan bimbingan ruhani dari beliau dan mendapatkan pelajaran dari buku-buku Syekh Abdul Qadir Jailani seperti Sirrul Asrar, Fathul Ghaib, dan lain-lain.

Kemursyidan tarekat Qadiriyah Hanafiah yang dibawa oleh Tuangku Ali Hanafiah bersifat uwaisiyah, artinya kemursyidan yang diperoleh melalui perjumpaan secara ruhaniah langsung kepada Sultan Aulia Syekh Abdul Qadir al Jailani dari Ali bin Abi Thalib dari Nabi Khidr a.s. dari Nabi Muhammad saw. Secara zhahir, kemursyidan tarekat Qadiriyah Hanafiah tersambung kepada Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil Al Naqsyabandi. Syaikh Nazhim sendiri mengijazahkan empat tarekat kepada Tuangku Ali Hanafiah, yaitu Naqsyabandiyah, Alawiyah, Nazhimiyah, dan Qadiriyah.

Sebenarnya, Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah disarankan oleh Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani untuk mendirikan tarekat dengan namaanya sendiri, tetapi sebagai adab murid kepada gurunya, beliau tetap menyematkan nama Qadiriyah di depan namanya. Maka, tarekatnya diberi nama Tariqah Qadiriyah Hanafiah.

Tuangku Syaih Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani. Beliau adalah Grand Mursyid Thariqah Qodiriyah Hanafiah 1995 s/d sekarang; Menerima gelar Doctor Honouris Causa di bidang Filsafat Tasawuf di Bahgdad, Iraq tahun 1999; Pendiri Ponpes Tasawuf Rabbani, Solok, Sumbar(th 2000); Guru Besar Tasawuf Islamic Centre Indonesia, Jakarta th 2002 s/d sekarang; Ketua Dewan Pembina Solidaritas Muslim Sumatera Barat. 2002 s/d 2006; Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Thariqah Indonesia 2006 s/d sekarang; Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Muslim sedunia Foundation th 2006 s/d sekarang; dan Rois Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Indonesia 2008 s/d sekarang.

Saat ini, terdapat 26 tarekat yang telah terhubungkan dengan Tarekat Qadiriyah Hanafiyah, yaitu:

  1. Qadiriyah (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani)
  2. Naqsyabandiyah (Syekh Bahauddin Al-Naqsyabandi)
  3. Maulawiyah (Syekh Jalaluddin Al-Rumi)
  4. Alawiyah (Syekh Abu Abbas Ahmad)
  5. Idrisiyah (Syekh Ahmad bin Idris)
  6. Khalwatiyah (Syekh Umar Al-Khalwati)
  7. Ni’matullah (Syekh Syah Wali Ni’matullah)
  8. Rifa’iyah (Syekh Ahmad Rifa’i)
  9. Sanusiyah (Syekh Muhammad bin Ali Al-Sanusi)
  10. Syadziliyah (Syekh Hasan Ali Al-Syadzili)
  11. Tijaniyah (Syekh Abdul Hasan Al Tijani)
  12. Adhamiyah (Syekh Muhammad bin Adham)
  13. Sattariyah (Syekh Abdul Sattar)
  14. Qubrawiyah (Syekh Najmuddin Qubra)
  15. Haddidiyah (Syekh Muhammad al Haddad)
  16. Nuruddiniyah (Syekh Nuruddin)
  17. Shaqathiyah (Syekh Al Shaqathi)
  18. Asrafiyah (Syekh Asrof Rumi)
  19. Bakriyah (Syekh Abu Bakar Wafa’i)
  20. Ghulsyaniyah (Syekh Ibrahim Ghulsyani)
  21. Jamaliyah (Syekh Jamaluddin)
  22. Sukhrawardiyah (Syekh Abdullah Al-Syukhrawardi)
  23. Zainiyah (Syekh Zainuddin)
  24. Amariyah (Syekh Amar Busina)
  25. Bahramiyah (Syekh Baramiyah)
  26. Bisthamiyah (Syekh Abu Yazid Al-Bisthami)