Category Archives: Ihsan

Kalam Ilham 49: TAKDIR – DESTINY

Wahai hamba-Ku:

Apapun yang terjadi di dunia ini, janganlah engkau jadikan “sebab akibat” sebagai dasar penilaianmu, karena ia dapat menghijab pandanganmu kepada-Ku. Cukuplah menjadikan takdir sebagai dasar dalam penilaianmu.

 

O, My servant:

Whatever happens in the world, do not use “cause-effect” as a basis for your judgment because it can cover your sight of Me. Just use destiny as a basis for your judgment.

Kalam Ilham 48: HIJAB – VEIL

Wahai hamba-Ku:

Sesungguhnya Aku tidak menutup Diri untuk dikenal dan diketahui, namun hanya mereka yang tiada sadar telah merentangkan jarak terhadap-Ku. Dan sungguh Aku-lah Diri yang dapat didekati tanpa perantara alat apa pun dan dikenali tanpa bantuan sepotong kata pun hingga Aku-lah yang pertama mereka temui sebelum mereka datangi perantara-perantara mereka.

 

O, My servant:

Truly I do not obstruct Myself to be recognized and to be known, but only they who unconsciously have already set a distance from Me. And indeed, I am the One that can be approached without any mediators, and be recognized without help of a word, until I am the first that they meet before they approach their mediators.

Kalam Ilham 47: HIJAB – VEIL

Wahai hamba-Ku:

Aku adalah suatu Zat yang teramat dekat untuk dikenali. Dan bahwasanya Aku selalu melihat apa yang engkau lihat dan mengetahui apa yang engkau ketahui, sedangkan Aku menjadi suatu hal yang amat sukar untuk didekati, bila engkau mengenali-Ku sebagaimana orang buta mengenali dirinya di depan cermin.

 

O, My servant:

I am Essence (Dhat) that is too close to recognize. And that I always see what you see, and know what you know. While I will be very difficult to be approached, if you recognize Me as the blind recognizes himself in front of  the mirror.