Kajian Metodologi Dakwah Lintas Agama Syekh Abdul Qadir Jailani

WhatsApp Image 2017-10-11 at 05.25.01

Tangsel-DUTI-DUTA, 25 September 2017M/4 Muharram 1439H
Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI) dan Dewan Ulama Thariqah ASEAN (DUTA) bekerjasama dengan Markaz al-Jailani Asia Tenggara menyelenggarakan mudzakarah ilmiah dan muhasabah pergantian tahun baru Hijriah di Masjid Rabbani, Puspitaloka BSD, Tangerang Selatan (25/9/2017). Hadir sebagai narasumber utama adalah mursyid tarekat Qadiriyah ‘Aliyah, Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani al-Hasani al-Husaini. Dalam penjelasannya, Syekh Fadhil mengatakan bahwa Syekh Abdul Qadir al-Jailani tidak hanya seoarng tokoh dan pendiri tarekat, tetapi juga seorang ulama dalam berbagai disiplin ilmu. Ulama yang juga merupakan dzurriyat Syekh Abdul Qadir al-Jailani ini mengaku telah melakukan rihlah ilmiah ke seluruh dunia untuk mengumpulkan karya-karya beliau dan telah ditemukan lebih dari 100 judul buku yang masih dalam bentuk manuskrip. Beberapa diantara telah diterbitkan, salah satunya adalah Tafsir al-Jailani yang ditahqiq langsung oleh dirinya sendiri.
Syekh Fadhil mengatakan bahwa dakwah Syekh Abdul Qadir al-Jailani kepada non-muslim telah dicontohkan yang menekankan bahwa pada dasarnya esensi agmaa-agama itu adalah tauhid, keadilan, dan kesetaraan derajat umat manusia. Oleh karena itu, Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengajak kepada keaslian ajaran agama tersebut sehingga dapat diciptakan tatanan dunia yang damai dan penuh persahabatan.

WhatsApp Image 2017-10-11 at 05.18.23
Turut mendampingi Syekh Fadhil adalah Syekh Ali Badri selaku Direktur Markaz al-Jailnai Asia Tenggara, dan Syekh Rohimuddin Nawawi al-Bantani yang merupakan direktur sebelumnya. Dalam sambutannya selaku Ketua DKM Masjid Rabbani, Habib Abdullah al-Haddad mengatakan bahwa persaudaran umat, terutama pengamal tarekat harus terus dikokohkan. Masjid Rabbani bersama DUTI siap untuk menfasilitasi kajian antar tarekat setiap bulannya. Sekjen DUTI, Dr. Zubair Ahmad juga menguatkan pandangan Ketua DKM Masjid Rabbani tersebut. Sekjen DUTI juga menyampaikan bahwa visi DUTI adalah untuk menghimpun para ulama tarekat dalam menjadi payung bagi para murid dan salik agar bersatu dan tak bercerai-berai.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jamaah tarekat Qadiriyah Hanafiyah Jakarta, tarekat Idrisiyah Jakarta, tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Kapuk Jakarta, dan beberapa pengamal tarekat lainnya. [ZA]

Sumber: dewanulamathariqah.org/id/