Kalam Ilham 36: HIJAB – VEIL

Wahai hamba-Ku:

Akal adalah dinding yang kokoh di dunia ini, menjadikan manusia terjebak dalam menuju Aku Tuhannya, karena apapun yang datang dari akalmu adalah tirai-tirai penghijab antaramu dengan Aku, maka untuk mengalahkannya bangunlah dinding yang lebih tinggi dan kokoh hingga kamu dengan melaluinya dapat melompati dinding akal, dinding yang lebih tinggi dan kokoh tersebut adalah “rasa” pada hatimu.

O, My servant:

The mind is the strongest wall in the world, that obstructs humans to approach Me their God, because whatever comes from your mind are curtains that veil you from Me. Therefore, in order to defeat it, build a higher and stronger wall so that through it you can jump over the mind that is a wall, the wall which is taller and stronger is the “sense” in your heart. 

Kalam Ilham 35: LAUH MAHFUDZ – LAUH MAHFUDZ

Wahai hamba-Ku:

Engkau bagaikan tulisan-tulisan dalam kitab, dengan takdir menjadi lembaran kertasnya, dunia beserta akhirat menjadi sampulnya, sedangkan penulis ataupun pengarangnya adalah Aku.

O, My servant:

You are like the writings in a book, with the destiny as its sheets of paper, the world and the hereafter as its cover, while the writer or author is Me.

Kalam Ilham 34: HIKMAH – WISDOM

Wahai hamba-Ku:

Hakekat dari makna adalah hikmah, sedangkan hakekat dari hikmah  adalah pemahaman hati yang tiada berperantara dengan Zat-Ku. Oleh karena itu, seringlah melihat atau memandang dengan hatimu, sebab dialah yang sanggup menjadikan sesuatu itu bermakna.

O, My servant:

The essence (haqiqat) of meaning is wisdom (hikmat), while the essence of wisdom is an understanding of the heart which has no mediation with My essence. Therefore, see and look at more frequently with your heart, since it is the one that can make something meaningful.