MUHASABAH DIRI (Bagian 2/2)

Oleh Zubair Ahmad

Introspeksi diri juga dapat dilakukan dengan menyelami dan mengenali Allah dengan sifat-sifat-Nya. Kenalilah siapa tuhanmu agar kamu dapat menjadi pemenang. Pemenang yang berhasil menundukkan ego dan hawa nafsunya. Pengetahuan tentang tuhanmu jangan hanya berhenti pada pemahaman akalmu semata, karena akan mudah membuat kamu lupa padanya. Temukanlah keberadaan dan keyataan-Nya melalui rasa pada hatimu. Hanya dengan merasakan keberadaan-Nya hidupmu akan tertuntun.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang [QS. Al Hasyr,59/22]. Continue reading MUHASABAH DIRI (Bagian 2/2)

Kalam Ilham 32: CAHAYA – LIGHT (NUR)

Wahai hamba-Ku:

Nur-Ku bukanlah cahaya, bukanlah kalimat, dan nur-Ku bukan jua bentuk, namun nur-Ku adalah suatu “pengertian dan pemahaman” yang lebih nyata dan benar daripada segala pandangan akal dan fikiranmu.

O, My servant:

My Light (Nur) is not a light, not a word, and My Nur is not a form either. But, My light is a kind of “understanding and comprehension” which are more real and correct than all views of your mind and thoughts.

Muhasabah Diri (Bagian I/2)

Oleh Zubair Ahmad*

Muhasabah berarti menghitung-hitung atau menimbang-nimbang antara dua hal yang saling bertentangan, antara kualitas kebaikan dan keburukan, keberhasilan dan kegagalan, untung dan rugi, dan sebagainya.  Hitung-hitungan tersebut biasanya dikaitkan dengan kurun waktu atau periode tertentu. Umumnya, di akhir tahun para pengusaha secara akuntansi mengenal istilah tutup buku. Mereka mengukur tingkat keberhasilan usahanya dan untung-ruginya. Lembaga pemerintah maupun swasta pun melakukan tutup buku, untuk melihat hasil pencapaian selama kurun waktu tertentu. Semua itu dilakukan untuk dijadikan pijakan untuk menutupi berbagai kekurangan yang menyebabkan sebuah kegagalan agar tidak terulang pada masa mendatang. Begitu pula faktor-faktor keberhasilan masa sebelumnya dipelajari sehingga dapat ditingkatkan dan dimaksimalkan pada periode berikutnya.

Dalam kaitannya dengan perjalanan ruhani umat manusia, alam syahadah atau alam dunia ini merupakan alam ketiga sebelum alam barzah dan alam akhirat saat kembali kepada Allah. Alam dunia pun dapat dibagi-bagi menjadi masa kecil, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Masing-masing masa tersebut juga masih dapat dipotong-potong menjadi tahun, bulan, minggu, hari, hingga detik. Seperti halnya dengan para pengusaha dan teknokrat, akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hitung-hitungan untuk mengukur dan menimbang kualitas pelaksanaan tugas sebagai hamba yang memikul tugas khalifah. Continue reading Muhasabah Diri (Bagian I/2)