Siapakah Allah 3 : Dia Maha Dekat

Oleh Zubair Ahmad

Kedekatan Allan dengan hamba-Nya banyak digambarkan di dalam al-Qur’an, antara lain sebagai berikut:

  1. Al-Baqarah/2: 186, Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” Continue reading Siapakah Allah 3 : Dia Maha Dekat

12. PENGETAHUAN – KNOWLEDGE

Wahai hamba-Ku:

Pengetahuan-Ku tidaklah mencari huruf dalam ia bernyata, melainkan huruf dan bilangan yang mencarinya. Maka janganlah sekali-kali engkau mendatangi-Ku dengan segala bentuk huruf dan bilangan, karena ia akan menghijabmu dalam kata dan hitungan. Ketika engkau ingin dapat mengenal tanpa pengenalan, serta berjalan kepada-Ku tanpa ada jarak yang dapat ditafsirkan, yakni apabila semata-mata engkau jadikan “rasa”mu tempat engkau mendatangi-Ku, sehingga cukuplah dengan pengetahuannya (rasa) engkau mengetahui keberadaan-Ku.

O, My servant:

My knowledge does not seek letters in which it exists, but it is letters and numbers that seek it. Therefore, do not ever come to Me in the form of letters and numbers, since they will only veil you in words and numbers. When you want to know Me without introduction, and walk to Me without a distance that can be measured, that is when you use your sense as a place to visit Me, thus it will be sufficient with its knowledge (sense) for you to know My presence.

11. PENGETAHUAN – KNOWLEDGE

Wahai hamba-Ku:

Bahwasanya “rasa”mu dalam “merasai” keberadaan-Ku merupakan pengetahuan yang Aku nyatakan tanpa perkataan dan huruf, namun ia dapat menembus segala arti dan makna dari segala ungkapan maupun tulisan yang menghijab dirimu terhadap-Ku. Dan keterlepasan dirimu dari pengetahuan yang lahir dari huruf dan bilangan akan menghidupkan pengetahuan-Ku yang ada pada “rasa”mu.

O, My servant:

Your “sense” to feel My presence is the knowledge that I express without words or letters, but it comes through all meaning and sense of utterances and writing that veils yourself from My self. Liberation of yourself from the knowledge that comes from letters and numbers will enliven My knowledge that exists in your sense.