Kalam Ilham 50: KEHAMPAAN (NOL)-EMPTINESS (ZERO)

Wahai hamba-Ku:

Bilamana suatu masa mendatangimu dalam kepapaan, maka katakanlah, “Tiada sesuatu itu ada dan nyata jika bukan daripada ianya dahulu dari kepapaan. Dan tiada suatu pengenalan berawal, kecuali bermula dari kepapaan, maka tak akan sia-sia Aku menjadikan suatu kepapaan dan kehampaan kalau bukan untuk mengenal-Ku lebih daripada engkau mengenal yang lainnya.”

 

O, My servant:

When a time comes to you in destitution, then say: “Nothing exists or is real except that which comes initially from destitution. And no recognition starts unless it begins from destitution, so it is not futile that I create destitution and emptiness except to know Me more than you know others.”  

Kalam Ilham 49: TAKDIR – DESTINY

Wahai hamba-Ku:

Apapun yang terjadi di dunia ini, janganlah engkau jadikan “sebab akibat” sebagai dasar penilaianmu, karena ia dapat menghijab pandanganmu kepada-Ku. Cukuplah menjadikan takdir sebagai dasar dalam penilaianmu.

 

O, My servant:

Whatever happens in the world, do not use “cause-effect” as a basis for your judgment because it can cover your sight of Me. Just use destiny as a basis for your judgment.

Kalam Ilham 48: HIJAB – VEIL

Wahai hamba-Ku:

Sesungguhnya Aku tidak menutup Diri untuk dikenal dan diketahui, namun hanya mereka yang tiada sadar telah merentangkan jarak terhadap-Ku. Dan sungguh Aku-lah Diri yang dapat didekati tanpa perantara alat apa pun dan dikenali tanpa bantuan sepotong kata pun hingga Aku-lah yang pertama mereka temui sebelum mereka datangi perantara-perantara mereka.

 

O, My servant:

Truly I do not obstruct Myself to be recognized and to be known, but only they who unconsciously have already set a distance from Me. And indeed, I am the One that can be approached without any mediators, and be recognized without help of a word, until I am the first that they meet before they approach their mediators.